Showing posts with label Halal Corner. Show all posts
Showing posts with label Halal Corner. Show all posts
Semanggi adalah jenis tanaman yang daunnya bisa dimakan. Sama halnya seperti kangkung, bayam, daun pepaya, dan dedaunan lain yang biasa dimasak sayur. Bentuk daunnya seperti lambang keriting pada kartu remi. Di Indonesia sangat mudah ditemukan di pematang sawah atau di tepi-tepi sungai. Semanggi bisa diolah menjadi urap-urap, oseng-oseng atau paling sering semanggi diolah menjadi pecel.
Makanan semanggi khas surabaya dok. Kaskus.co.id

Pecel Semanggi Khas Surabaya
Sebenarnya semanggi adalah makanan khas Jawa Timur, tidak hanya di Surabaya, pecel semanggi juga bisa ditemukan di kota-kota Jawa Timur lainnya seperti Banyuwangi dan Kediri.

Yang berbeda dan khad dari semanggi Surabaya ini, pertama dari bumbunys. Jika pecel umumnya berbahan dasar kacang, bumbu semanggi Surabaya menggunakan bahan dasar 'telo' alias ubi jalar. Sehingga rasanyapun khas manis ubi jalar dengan tekstur yang sangat lembut.

Kedua, semanggi surabaya hanya dihidangkan bersama kecambah dan kerupuk puli. Kerupuk yang umumnya terbuat dari sisa nasi yang dimasak ulang.

Makanan Legendaris
Meskipun khas Surabaya, tidak semua daerah ditemukan penjual semanggi Surabaya. Satu-satunya daerah yang menjadi sentra penjual semanggi hanya di kawasan Benowo. Daerah dekat perbatasan Surabaya-Gresik. Tepatnya di kampung Kendung.

Banyak warga kendung yang memang sengaja membudidayakan semanggi. Sementara sebagian lainnya sebagai penjual semanggi keliling.

Tampilan penjual semanggi sangat khas. Mereka umumnya memakai baju tradisional khas Jawa Timur, kebaya dan jarik disertai gendongan untuk memanggul bakul tempat menjajakan semanggi. Mereka berjalan menyusuri kampung-kampung dan perumahan dengan suara melengking yang khas menyeru, Semanggiiiiiiiiii.

Penjaja ini akan selalu mengingatkan warga Surabaya dengan lagu keroncong legendaris mereka era 50-an dengan judul yang sama persis dengan nama makanan ini, Semanggi Suroboyo yang isi lagunya juga tak jauh dari penggambaran makanannya.



*****

Apakah kamu punya cerita inspiratif seputar hijab (hijab story, jodoh, pernikahan)? Atau punya tips tentang perempuan dan hijab (fashion, kecantikan, kesehatan, makanan, resep masakah atau tutorial hijab)? Ayo kirimkan ke email redaksi: coveringhijab@gmail.com sertakan juga biodata singkat kamu ya

Lets be part and being useful hijabers with BeeHijab

*****
Nuna Nuri - Siapa yang tidak mengenal makanan bernama gorengan ini? Semua pasti memahami betapa lezatnya makanan satu ini. Benar-benar saking lezatnya, makanan dari luar negeri pun takkan sanggup mengalahkan. Dan karena kelezatannya itu pula, sering kita merasa dibutakan olehnya. Membuat kita ingin memakannya lagi dan lagi. Sekalipun pastinya kita juga mengerti apa yang akan terjadi bila terlalu sering memakannya, tetap saja itu tidak bisa menghentikan langkah kita. Yah, rasa-rasanya gorengan ini seperti cinta saja kalau dipikir-pikir. Hehe

dok. kaskus.co,id

Nah, sebenarnya masing-masing dari kita juga mengetahui bahwa setiap hal yang berlebihan itu kurang baik. Mengapa dikatakan kurang? Padahal sudah jelas-jelas dokter pasti mengatkan itu tidak baik. Yah karena, masing – masing dari kita tentunya lebih mengerti mana yang buruk dan mana yang baik untuk diri sendiri. Maka hal itu berlaku pula pada kebiasaan kita saat memakan gorengan. Memang tidak ada paksaan untuk menghentikan memakan gorengan. Namun, alangkah lebih baiknya jika kita bisa lebih bijaksana untuk memikirkan kembali apa-apa yang akan didapat dari makanan bernama gorengan ini. Berikut adalah 3 paket yang akan kita dapatkan usai memakan gorengan :
  1. Paket Kesehatan
  2. Pada paket pertama ini, yang perlu diwaspadai dari si gorengan adalah
    Pembungkus. Kertas atau kantung plastik hitam. Kertas ini kita tidak pernah tahu sudah dipergunakan sebagai apa sebelum akhirnya terpakai oleh sang penjual gorengan. Bila didalamnya terdapat tulisan yang pastinya mengandung tinta, maka zat dari tinta itu bisa larut dan menempel pada gorengan dan menyebabkan akumulasi dalam jaringan tubuh.
    Minyak yang digunakan untuk menciptakan gorengan. Apakah minyak ini digunakan secara berulang-ulang dan perlu diketahui bahwa minyak yang sering dipakai atau bekas terdapat zat radikal bebas yang dapat beresiko terhadap kesehatan kita. Adapun penyakit yang timbul adalah kolestrol. Nah, mari berpikir kembali demi tubuh kita.

  3. Paket Finansial
  4. Paket selanjutnya adalah finansial. Mengapa demikian? Semakin sering memakan gorengan maka berarti pula kita juga melakukan pemborosan. Bila dapat kita pikirkan ulang, alangkah lebih baiknya uang yang kita pergunakan membeli gorengan digunakan untuk bersedekah. Sungguh menyenangkan bukan?

  5. Paket Kebahagiaan
  6. Di paket terakhir ini, bila kita sudah mengidap penyakit kolestrol maka tidak menutup kemungkinan penyakit lain akan membuka pintu gerbang menuju penyakit ‘jantung’. Mengerikan. Padahal hanya gorengan seharga 500 perak bisa mengakibatkan penyakit jantung yang biaya pengobatannya tentu jauh dari 500 perak. Kalau sudah begini, bukankah kebahagiaan orang-orang yang kita sayangi juga terkena dampaknya?
Sehat sebelum sakit. Dan bahagia itu sehat. Mari sayangi orang-orang disekeliling kita dan cintai tubuh kita. Dimulai dari sekarang. ^^


*****

Apakah kamu punya cerita inspiratif seputar hijab (hijab story, jodoh, pernikahan)? Atau punya tips tentang perempuan dan hijab (fashion, kecantikan, kesehatan, makanan, resep masakah atau tutorial hijab)? Ayo kirimkan ke email redaksi: coveringhijab@gmail.com sertakan juga biodata singkat kamu ya

Lets be part and being useful hijabers with BeeHijab

*****
Hijabist, mencicipi beragam makanan dari satu tempat ke tempat lain memang menyenangkan ya? Apalagi jika ada warung makan baru, hijabist pecinta kuliner tentu nggak mau ketinggalan untuk mencoba. Ditemani sama pasangan makin seru lagi tuh.

Tapi, pernah terbayang nggak jika tempat kuliner baru yang kita tuju tersebut ternyata makanannya haram? Seperti kasus Siomay Cu-Nyuk di Jakarta. Ada perempuan berhijab yang dengan santainya makan Siomay Cu-Nyuk di tempat terbuka. Padahal Cu-Nyuk adalah istilah untuk BABI. Hii 

Tentu kita nggak mengharapkan makanan yang masuk ke tubuh kita menjadikan pemberat ke surga nantinya kan? Nah agar tak terjebak makanan haram simak yuk tips kuliner halal dari BeeHijab berikut ini:
dok. MUI

1. Mencari Label Halal
Yang paling aman memang mencari label halal di tempat kuliner tersebut. Bagaimapun kita sudah memiliki amirul yang menjamin sertifikat halal. Jika masih ragu tentang label halal, kita boleh kok menanyakan sertifikat Halal dari MUI kepada pemilik tempat kuliner.

2. Jangan Berpatokan Penjualnya Berhijab
Ada anggapan penjual muslim tidak mungkin menjerumuskan pelanggannya dengan memakai bahan-bahan yang tidak halal. Eits, tunggu dulu. Seringkali kita lupa bahwa penjual belum tentu pemilik usaha. Sekalipun muslim, adakalanya mereka dengan jujur memberitahukan halal haramnya jika yang beli berhijab (muslim). Tetapi ada juga lho yang i dont care jika tidak ditanya, karena mereka hanya menjalankan perintah si boss. Setidaknya dengan penjual yang berhijab kita bisa leluasa menanyakannya.

3. Jangan berpatokan ada pelanggan berhijab yang makan di tempat tersebut.
Berkaca dari kasus Cu-Nyuk, kita harus lebih waspada dengan nama makanan baru yang belum kita kenal. Bisa jadi orang yang makan ditempat tersebut belum tentu tahu tentang makanan tersebut. Lebih baik tanyakan kepada sesama pelanggan semisal, "ini makanan apa Mbak?" atau "Bahan dasarnya apa sih?" Kalau ternyata jawabannya ambigu kita bisa langsung tanya ke penjualnya agar yakin benar itu makanan halal atau haram.

4. Jangan malu dan segan untuk izin melihat proses masaknya
Jarang banget memang kita temui pelanggan yang sampai ingin tahu proses memasaknya. Tapi ini penting untuk tempat makan yang baru kita temui agar kita tahu cara memasaknya benar. Tidak menggunakan bahan atau mencampur peralatan yang mengandung babi.

5. Cari testimoni pelanggan sebelum membeli
Kita bisa mencarinya di internet. Era digital dan kemudahan akses informasi tentu jika ada tempat makan yang diburu selalu ada yang mereviewnya di internet. Banyak situs-situs kuliner yang sudah menyajikan. Atau Food blogger, blogger-blogger kuliner yang selalu menginformasikan tempat makan. Jika memang tidak ditemukan dan kita ingin mencicipinya. Maka kita harus waspada ya hijabist, dan bisa menerapkan 4 tips lainnya di atas.


*****

Apakah kamu punya cerita inspiratif seputar hijab (hijab story, jodoh, pernikahan)? Atau punya tips tentang perempuan dan hijab (fashion, kecantikan, kesehatan, makanan, resep masakah atau tutorial hijab)? Ayo kirimkan ke email redaksi: coveringhijab@gmail.com sertakan juga biodata singkat kamu ya

Lets be part and being useful hijabers with BeeHijab

*****
dok. Instagram/ummualila
Hijabist pecinta kuliner wajib tahu dengan istilah Cu-Nyuk. Dari instagram Ummu Alila @ummualila, istri ustadz Delix Siauw menginformasikan tentang istilah Cu-Nyuk yang berarti Babi. Nampak dalam foto tersebut penjual Siomay Cu-Nyuk yang ramai diserbu orang. Diantaranya terdapat perempuan berhijab. Ha?

Cu-Nyuk ini bukan istilah baru, Di daerah Bangka terdapat kuliner khasnya bernama Sau Cu Nyuk. Olahan yang terbuat dari daging babi panggang kering berlapis tiga. Meski tidak pernah makan, kita wajib aktif cari tahu ya hijabist. Seenggak-enggaknya setiap kita makan di restoran baru selalu (wajib deh) tanya bahan-bahan dasarnya apa saja. Jangan lantas karena penjualnya berhijab ya hijabist. Bisa jadi mereka hanya jualin alias bekerja pada majikan. Lantas kita asal makan. Juga jangan asal makan yang beli kebanyakan berhijab. Belum tentu mereka yang makan tahu bahan-bahan dasarnya, seperti perempuan berhijab dalam foto tersebut. Lebih berhati-hati untuk diri sendiri lebih baik agar selamat dunia akhirat. :D


*****

Apakah kamu punya cerita inspiratif seputar hijab (hijab story, jodoh, pernikahan)? Atau punya tips tentang perempuan dan hijab (fashion, kecantikan, kesehatan, makanan, resep masakah atau tutorial hijab)? Ayo kirimkan ke email redaksi: coveringhijab@gmail.com sertakan juga biodata singkat kamu ya

Lets be part and being useful hijabers with BeeHijab

*****

Beauty

Healthy

Resep Masakan